Beranda

Sejarah Sekolah

Sejarah Sekolah

Sejarah SLB Mutiara Hati

Pendidikan adalah hak asasi mendasar bagi setiap anak Indonesia, tidak terkecuali bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Tentu saja, mentransfer pengetahuan kepada anak berkebutuhan khusus memerlukan metode pembelajaran dan perlakuan yang berbeda. Tantangan besar inilah yang sempat mewarnai wilayah Bumiayu pada tahun 2011, di mana saat itu belum ada satu pun satuan pendidikan yang secara khusus memfasilitasi dan menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

Melihat kondisi tersebut, Bapak Sutejo tergerak untuk menginisiasi sebuah perubahan nyata. Beliau mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Hati sebagai jawaban atas keresahan masyarakat dan wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak ABK di Bumiayu. Diperlukan partisipasi aktif dari kepemimpinan kepala sekolah untuk merancang, menetapkan, dan mengawal perubahan metode instruksional yang adaptif ini.

Perjalanan awal SLB Mutiara Hati dimulai dengan segala keterbatasan. Pada tahun pertama berdirinya di 2011, sekolah ini hanya didukung oleh 3 orang guru yang mendedikasikan waktu dan raga mereka untuk mengajar kelompok siswa pertama yang jumlahnya bahkan kurang dari 10 anak. Namun, dari langkah kecil dan penuh ketulusan itulah, SLB Mutiara Hati kini tumbuh menjadi lembaga yang konsisten memberikan pendidikan berkualitas, layak, dan inklusif.