BUMIAYU, AGUSTUS 2026 – Semangat untuk terus berprestasi kembali ditunjukkan oleh salah satu murid SLB Mutiara Hati, Jundan Atho’illah. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Jundan dipercaya mengikuti ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Wisma Atlet Paralympic Training Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan PEPARPEDA Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026. Ajang ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh NPCI Provinsi Jawa Tengah sebagai sarana untuk mencari, memantau, dan mengembangkan bibit-bibit atlet disabilitas yang berkualitas serta memiliki potensi untuk dibina ke jenjang yang lebih tinggi.
Para atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi terbaik nantinya berpeluang untuk mengikuti berbagai ajang olahraga, termasuk Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) maupun Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov).
Kedua Kalinya Jundan Berlaga
Tahun ini menjadi tahun kedua berturut-turut bagi Jundan Atho’illah mengikuti PEPARPEDA. Jundan kembali turun di cabang olahraga atletik nomor lari, sebuah bidang yang selama ini terus ditekuni dan dikembangkan.
Pada PEPARPEDA Tahun 2026, Jundan mengikuti nomor lari 800 meter. Pada kejuaraan sebelumnya, ia telah berkompetisi pada nomor lari 400 meter dan 1.500 meter.

Perjalanan menuju arena pertandingan tentu tidak dilakukan secara instan. Sejak bulan Mei 2026, Jundan telah menjalani latihan secara intensif untuk mempersiapkan kemampuan terbaiknya menghadapi kejuaraan.
Menariknya, Jundan mendapat pendampingan dan pelatihan langsung dari Kepala SLB Mutiara Hati, M. Zaenal Umar, yang juga menjadi pelatihnya dalam persiapan menghadapi PEPARPEDA.
Setiap hari, Jundan menjalani porsi latihan yang berbeda sesuai dengan program yang telah disusun. Latihan tidak hanya berfokus pada kekuatan dan kecepatan berlari, tetapi juga mencakup berbagai aspek penting, mulai dari teknik pemanasan, teknik start, hingga teknik dan pola berlari.
Program latihan intensif tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi dan kemampuan Jundan sebelum turun ke arena pertandingan.
Pelepasan Atlet Kontingen Brebes
Sebelum bertolak menuju Kabupaten Karanganyar, Jundan bersama atlet lainnya mengikuti kegiatan pelepasan atlet yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB.
Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat. Para atlet mendapatkan dukungan sebelum berangkat membawa nama Kabupaten Brebes dalam ajang olahraga tingkat daerah tersebut.
Kegiatan diawali dengan persiapan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama Ketua NPCI Kabupaten Brebes, staf Disdikpora Kabupaten Brebes, para pelatih, atlet, serta wali atlet.
Jundan sendiri didampingi langsung oleh Kepala SLB Mutiara Hati selama mengikuti rangkaian kegiatan PEPARPEDA Tahun 2026.

Membuka Jalan Prestasi bagi Murid Berkebutuhan Khusus
Kepala SLB Mutiara Hati, M. Zaenal Umar, berharap keikutsertaan Jundan dalam ajang PEPARPEDA tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang penting bagi murid berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
“Kami berharap ajang ini dapat menjadi kesempatan bagi Jundan untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Lebih dari itu, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus juga memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengembangkan kemampuan mereka,” ujar M. Zaenal Umar.

Ia juga berharap semangat dan perjuangan Jundan dapat menjadi inspirasi bagi murid-murid lain di SLB Mutiara Hati.
“Semoga semangat Jundan dapat menjadi contoh bagi adik-adik di sekolah. Kami berharap akan muncul atlet-atlet baru yang memiliki keberanian dan semangat untuk berlatih serta berkompetisi, sehingga ke depan dapat mewakili sekolah dan juga Kabupaten Brebes dalam berbagai ajang prestasi,” tambahnya.
Keikutsertaan Jundan Atho’illah dalam PEPARPEDA 2026 menjadi bukti bahwa setiap murid memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan untuk berkembang. Dengan dukungan keluarga, sekolah, pelatih, serta lingkungan yang tepat, potensi tersebut dapat terus diasah hingga berubah menjadi prestasi.
SLB Mutiara Hati terus berkomitmen menjadi rumah belajar yang memberikan ruang bagi setiap murid untuk tumbuh, mandiri, terampil, dan berprestasi sesuai dengan potensi dirinya. Dari potensi, menuju prestasi.